oleh Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah hafizhahullah
Pesatnya perkembangan media komunikasi yang memudahkan interaksi di antara manusia di segala penjuru dunia, termasuk salah satu nikmat Allah yang wajib disyukuri. Di antara media komunikasi yang berkembang dengan pesat sekali adalah media internet yang merupakan media “wajib” yang manusia di zaman ini tidak bisa lepas darinya. Perkembangan ini tentu memiliki efek-efek yang positif dan negatif sesuai dengan acara-acara yang disebarkan oleh media ini. Maka internet sebagai salah satu produk kemajuan peradaban adalah ibarat sebuah pisau yang bisa digunakan untuk hal yang bermanfaat dan bisa digunakan untuk hal yang membuat mudharat bagi manusia.
Realita yang ada menunjukkan bahwa banyak sekali faedah yang bisa diambil dari internet. Ia adalah media dakwah yang efektif dan menjangkau ke seluruh dunia. Begitu banyak perbendaharaan-perbendaharaan ilmu yang terekam dengan baik di internet baik dari para ulama mutaqoddimin (zaman dahulu) dan muta’akhkhirin (sekarang). Internet juga merupakan media yang sangat efektif di dalam mencari penghidupan dengan berbagai metode yang ditawarkan.
Akan tetapi, hal yang tidak boleh kita lupakan ialah bahwa para setan dari kalangan jin dan manusia juga memanfaatkan media internet ini untuk kepentingan-kepentingan mereka. Berapa banyak kejahatan-kejahatan yang berawal dari internet dan berapa banyak kemaksiatan-kemaksiatan yang berawal dari internet dan menyebar menyebar secepat kilat ke segala penjuru dunia tanpa bisa dibendung.
Lalu bagaimanakah seorang muslim menyikapinya?
Insya Allah dalam pembahasan kali ini akan kami paparkan secara ringkas sikap-sikao yang selayaknya dilakukan oleh setiap muslim terhadap media internet ini dengan banyak mengambil faedah dari risalah Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Hamd yang berjudul al-Internet Imtihanul Iman wal Akhlaq wal ‘Uqul.
-
FITNAH INTERNET
Internet merupakan sebuah revolusi besar di dunia iptek dan media massa, sebagaimana ia juga sekaligus merupakan medan yang luas untuk menguji keimanan, akhlaq, dan akal manusia. Di dunia internet kebaikan terbuka lebar pintu-pintunya, sebagaimana pintu-pintu kejelekan juga terpapar dengan berbagai pose. Di dunia internet seseorang bisa menyuarakan apa saja yang dia mau, dia bisa memuaskan matanya dengan apa saja yang ingin dia lihat, dia bisa menulis dengan tangannya apa saja yang dia kehendaki, tanpa ada yang menghisabnya, tanpa ada yang mengontrolnya, dan tanpa ada yang bisa menghentikannya. Baca entri selengkapnya »