Seksualitas bukan ada di tubuh melainkan di pemikiran

Posted: 19/01/2012 in DARI SAYA

Saya sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh Masruchah, Wakil Ketua Komnas Perempuan, bahwa Seksualitas Bukan Ada Di Tubuh Melainkan Di Pemikiran (http://berita.plasa.msn.com/nasional/okezone/article.aspx?cp-documentid=5759961&ocid=tweet).

Sekarang yang perlu dicermati dan diwaspadai adalah prosesnya. Proses di mana sebuah pemikiran itu menjadi terisi oleh hal – hal yang berhubungan dengan seksualitas/ khayalan seksualitas alias PIKTOR (PIKIRAN KOTOR). Dan menurut saya, ini berhubungan dengan intensitas dan frekwensi seseorang (pria dan wanita) dengan hal – hal yang berbau seks (baca : aurat terbuka).

Lalu lalangnya artis cantik di sinetron dan di banyak acara TV beserta iklan dengan mode/busana yang mengumbar auratnya, setiap saat hadir. Kemudian tren mode artis tersebut diikuti oleh penggemarnya, sehingga acara pamer aurat yang awalnya hanya di kotak TV berpindah / menular ke lingkungan sekitar kita, dari mulai rumah tangga, sekolah, kantor, di jalan raya, bahkan tempat ibadah pun kadang kala tak luput dari parade pamer aurat. Sekarang ga perlu susah ngintip, sebab semuanya sudah terbuka dan dibuka.

Koran – Koran semacam “Lampu Item” atau “Lampu Kuning” selain menampilkan gambar – gambar yang seronok juga menuliskan kata – kata yang super nyampah (kotor dan jorok).

Majalah semacam “Play Toy”, dengan senjata “artistic” dan “seni” nya memajang pose – pose yang menantang dari artis – artis pada setiap edisinya

Intensitas kontak dengan B3 (bahan beracun berbahaya) yang bernama aurat terbuka tersebut kemudian terjadi lebih modern, melalui sebuah media canggih bernama “Internet” dengan mesin pencari “Mbah Gogel”, yang awalnya hanya dapat di akses melalui komputer, kini sudah tertanam di alat komunikasi (Handphone). Melalui “mbah gogel, aktifitas pencarian aurat terbuka menjadi lebih mudah, tinggal ketik kata kunci, maka akan terhampar jutaan gambar, cerita dan film dengan status B3 (bahan beracun berbahaya) untuk pikiran.

Saya kutip lagi pendapat lain dari si wakil komnas perempuan itu, “Sopan atau tidaknya berpakaian menurut kategori tertentu adalah masalah konteks kenyamanan. Perempuan seharusnya bebas berpakaian sesuai kenyamanan masing-masing”. Hehehe, dia bawa ini ke ranah HAM. Itu dapat saya artikan bahwa menurut beliau selama seorang perempuan merasa nyaman, tidak menjadi masalah bila cara berpakaiannya itu menampilkan paha, belahan pantat, kancut, bokong dan keseksian tubuh , karena itu adalah HAK asasi perempuan.

Itulah yang saat ini terjadi. Kontak – kontak itulah yang mempengaruhi pikiran seorang laki – laki (dan juga perempuan). Ya, pemikiranlah yang akan rusak, dari situ, kerusakan akan berlanjut ke tingkat aplikasi.

Lantas kemanakah dan bagaimanakah orang yang sudah rusak pikirannya itu memenuhi kebutuhan syahwatnya? Aplikasinya adalah onani, aktifitas pacaran, selingkuh, lokalisasi atau cari sasaran untuk di perkosa seperti berita2 kemarin itu.

Jadi, saya mendukung tindakan Polisi yang merazia celana pendek di tangerang itu, bahkan saya mendukung instansi – instansi yang berhubungan langsung dengan masyarakat seperti Lurah, RW dan RT untuk merazia penggunaan celana pendek pengundang syahwat di lingkungannya. Dan tentu saja, saya sebagai Kepala Keluarga akan melarang istri dan anak perempuan serta anak laki – laki saya untuk memakai : celana pendek, celana n baju ketat , celana n baju transparan dan model busana lainnya yang mengumbar aurat mengundang syahwat . Saya tidak rela mereka menjadi santapan mata orang – orang yang sudah rusak pikirannya. Saya pun yakin kalo si Masruchah dan orang – orang sejenis itu pun tak rela klo anak – anak mereka menjadi santapan mata orang – orang yang sudah rusak pikirannya. Saya bisa membayangkan hancurnya perasaan orangtua yang anaknya mengalami pelecehan seksual. Dan saya sebagai seorang laki – laki, seorang suami serta seorang bapak, akan terus berusaha meningkatkan kwalitas keimanan saya agar dapat menghindarkan diri saya dengan kontak – kontak aurat mengundang syahwat yang akan mempengaruhi pikiran saya.

Semoga Alloh Subhanallohu wata’ala melindungi kita dan anak cucu kita dari kerusakan pikiran dan ancaman akibat BAHAN BERACUN BERBAHAYA bernama AURAT TERBUKA.

Bravo Polisi Tangerang !!!!

Komentar
  1. Iwan mengatakan:

    Bagaimana dengan polisi di rambutan zul ?…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s