Archive for the ‘DARI SAYA’ Category

oleh Taufiq Ismail

Para perokok adalah pejuang gagah berani

Berada di dekat kawan kawan saya perokok ini

Saya merasa berdampingan dengan rombongan serdadu berani mati

Veteran dua perang dunia, Perang vietnam, perang revolusi

Dan perang melawan diri sendiri

Perhatikanlah upacara mereka menyalakan belerang berapi

Dengan khidmatnya batang tembakau di hunus dan ditaruh antara

dua jari

Dengan hormatnya Tuhan sembilan senti

Disisispkan antara dua bibir, di geser agak ke tepi

Sementara itu sudah siap an naar, nyala api sebagai sesaji

Hirupan pertama dilaksanakan penuh kasih sayang dan hati hati

Kemudian dihembuskan asapnya, ke kanan atau ke kiri

Mata pun terpicing picing tampaknya nikmat sekali

Berlindung pada adiksi dari tekanan hidup sehari hari

Lena kerja, lupa politik,mana ingat anak dan istri (lebih…)

Iklan

Saya sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh Masruchah, Wakil Ketua Komnas Perempuan, bahwa Seksualitas Bukan Ada Di Tubuh Melainkan Di Pemikiran (http://berita.plasa.msn.com/nasional/okezone/article.aspx?cp-documentid=5759961&ocid=tweet).

Sekarang yang perlu dicermati dan diwaspadai adalah prosesnya. Proses di mana sebuah pemikiran itu menjadi terisi oleh hal – hal yang berhubungan dengan seksualitas/ khayalan seksualitas alias PIKTOR (PIKIRAN KOTOR). Dan menurut saya, ini berhubungan dengan intensitas dan frekwensi seseorang (pria dan wanita) dengan hal – hal yang berbau seks (baca : aurat terbuka).

Lalu lalangnya artis cantik di sinetron dan di banyak acara TV beserta iklan dengan mode/busana yang mengumbar auratnya, setiap saat hadir. Kemudian tren mode artis tersebut diikuti oleh penggemarnya, sehingga acara pamer aurat yang awalnya hanya di kotak TV berpindah / menular ke lingkungan sekitar kita, dari mulai rumah tangga, sekolah, kantor, di jalan raya, bahkan tempat ibadah pun kadang kala tak luput dari parade pamer aurat. Sekarang ga perlu susah ngintip, (lebih…)

“MUNGKIN SAYA SENDIRI JUGA MALING”
Oleh : Taufiq Ismail

Kita hampir paripurna menjadi bangsa porak-poranda,
terbungkuk dibebani hutang dan merayap melata sengsara di dunia.
Penganggur 40 juta orang,anak-anak tak bisa bersekolah 11 juta murid,
pecandu narkoba 6 juta anak muda, pengungsi perang saudara 1 juta orang,
VCD koitus beredar 20 juta keping,
kriminalitas merebat disetiap tikungan jalan
dan beban hutang di bahu 1600 trilyun rupiahnya.

Pergelangan tangan dan kaki Indonesia diborgol diruang tamu Kantor
Pegadaian Jagat Raya,
dan dipunggung kita dicap sablon besar-besar: Tahanan IMF dan
Penunggak Bank Dunia.

Kita sudah jadi bangsa kuli dan babu,
menjual tenaga dengan upah paling murah sejagat raya.
Ketika TKW-TKI itu pergi lihatlah mereka bersukacita antri penuh
harapan dan angan-angan
di pelabuhan dan bandara, ketika pulang lihat mereka berdukacita karena
majikan mungkir tidak membayar gaji, banyak yang disiksa malah diperkosa
dan pada jam pertama mendarat di negeri sendiri diperas pula. (lebih…)

antara cakung dan bekasi…

Posted: 08/09/2011 in DARI SAYA

antara cakung dan bekasi
oleh (bukan) taufik ismail

aku tlah sampai di perempatan jalan baru cakung menuju bekasi
2 hari ini tidak terlalu banyak knalpot ber-ekskresi
mungkin karena ba’da libur iedul fitri
jadi masih banyak pemudik yang belum kembali

angin menerpa wajahku yang duduk santai di atas kuda besi
kebanyakan tak cepat, namun sesekali benda itu ku cemeti ke kanan dan ke kiri
berkhayal panjang… andai setiap hari seperti ini
namun khayalan itu segera jatuh ke bumi

dan Subhanallah keindahan itu datang… (lebih…)

bagi anda yang sedang/berencana melakukan penelitian mengenai ANALISA RISIKO KESEHATAN PAJANAN BENZENA, barangkali membantu, silahkan meng unduh tulisan kecil saya yang merupakan tugas akhir pendidikan saya di UNIVERSITAS INDONESIA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT, DEPARTEMEN KESEHATAN LINGKUNGAN TAHUN 2010.

sebagai gambaran, tulisan saya ini adalah mengenai analisis risiko pajanan benzena. umumnya penelitian risiko pajanan Benzena (dan zat – zat yang lain) di dapat dengan terlebih dahulu mengukur konsentrasinya pada media pajanan. namun pada penelitian ini (lebih…)

“Jika iblis memberikan was-was kepadamu bahwa engkau lebih mulia dari muslim lainnya, maka perhatikanlah. Jika ada orang lain yang lebih tua darimu, maka seharusnya engkau katakan, “Orang tersebut telah lebih dahulu beriman dan beramal sholih dariku, maka ia lebih baik dariku.” Jika ada orang lainnya yang lebih muda darimu, maka seharusnya engkau katakan, “Aku telah lebih dulu bermaksiat dan berlumuran dosa serta lebih pantas mendapatkan siksa dibanding dirinya, maka ia sebenarnya lebih baik dariku.” Demikianlah sikap yang seharusnya engkau perhatikan ketika engkau melihat yang lebih tua atau yang lebih muda darimu.”_Abdullah Al Muzani dalam Rumayso.com

Beberapa tahun sejak berkeluarga, saya beserta istri dan anak tidak terbiasa dan telah meninggalkan apa yang dinamakan “ULANG TAHUN “. Apakah ulang tahun anak, istri, saya sendiri atau ulang tahun perkawinan, ya, Kami tidak pernah merayakannya.
Mungkin dan memang ada beberapa saudara yang bilang “kasian banget anak lo ga pernah dirayain ulang tahunnya” atau “ga romantis amat ga pernah ngrayain ulang tahun perkawinan”.
Apa sebabnya? Kenapa sebuah momen/ tradisi yang begitu luas diingat, diperingati bahkan dirayakan besar – besaran penuh sukacita riang gembira, dan kami memilih untuk tidak ikut di dalamnya?

Saya bukan Ustadz dan bukan pula Kyai, kalaupun ada tulisan saya yang kelihatan “WAH”, itupun hasil copy paste sana sini, bukan dari isi kepala saya. Saya hanyalah seorang yang mencoba terus memperbaiki diri, melaksanakan perintah “Jagalah diri dan keluargamu dari siksa api neraka” dengan batas kemampuan yang saya miliki.

Salah satu kaidah/ aturan yang saya temukan selama masa pencarian untuk perbaikan diri saya adalah sebuah kesimpulan bahwa tradisi ini tidak pernah diajarkan oleh Nabi kita yang mulia MUHAMMAD Shalallah Alaihi Wasallam, dan kita ketahui Rasulullah adalah orang yang paling mengerti cara bermasyarakat, bersosialisasi, paling tahu bagaimana cara menggembirakan para sahabat-sahabatnya. Rasulullah paling mengerti bagaimana cara mensyukuri hidup dan kenikmatannya. Rasulullah paling mengerti bagaimana cara menghibur orang yang sedang bersedih. Rasulullah adalah orang yang paling mengerti CARA BERSYUKUR . (lebih…)