Ulang Tahun, Catatan kecil untuk saudara muslimku

Posted: 24/10/2010 in DARI SAYA

Beberapa tahun sejak berkeluarga, saya beserta istri dan anak tidak terbiasa dan telah meninggalkan apa yang dinamakan “ULANG TAHUN “. Apakah ulang tahun anak, istri, saya sendiri atau ulang tahun perkawinan, ya, Kami tidak pernah merayakannya.
Mungkin dan memang ada beberapa saudara yang bilang “kasian banget anak lo ga pernah dirayain ulang tahunnya” atau “ga romantis amat ga pernah ngrayain ulang tahun perkawinan”.
Apa sebabnya? Kenapa sebuah momen/ tradisi yang begitu luas diingat, diperingati bahkan dirayakan besar – besaran penuh sukacita riang gembira, dan kami memilih untuk tidak ikut di dalamnya?

Saya bukan Ustadz dan bukan pula Kyai, kalaupun ada tulisan saya yang kelihatan “WAH”, itupun hasil copy paste sana sini, bukan dari isi kepala saya. Saya hanyalah seorang yang mencoba terus memperbaiki diri, melaksanakan perintah “Jagalah diri dan keluargamu dari siksa api neraka” dengan batas kemampuan yang saya miliki.

Salah satu kaidah/ aturan yang saya temukan selama masa pencarian untuk perbaikan diri saya adalah sebuah kesimpulan bahwa tradisi ini tidak pernah diajarkan oleh Nabi kita yang mulia MUHAMMAD Shalallah Alaihi Wasallam, dan kita ketahui Rasulullah adalah orang yang paling mengerti cara bermasyarakat, bersosialisasi, paling tahu bagaimana cara menggembirakan para sahabat-sahabatnya. Rasulullah paling mengerti bagaimana cara mensyukuri hidup dan kenikmatannya. Rasulullah paling mengerti bagaimana cara menghibur orang yang sedang bersedih. Rasulullah adalah orang yang paling mengerti CARA BERSYUKUR .Adapun tradisi ULANG TAHUN ini merupakan tradisi orang-orang Yahudi, Nasrani dan kaum paganism, maka Rasulullah memerintahkan untuk menyelisihinya. Apakah Rasulullah pernah melakukannya ? Apakah Rasulullah mengikuti tradisi ini ?

Rasulullah pernah bersabda:
“Kamu akan mengkuti cara hidup orang-orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga jika mereka masuk kedalam lobang biawak kamu pasti akan memasukinya juga”. Para sahabat bertanya,”Apakah yang engkau maksud adalah kaum Yahudi dan Nasrani wahai Rasulullah?”Rasulullah menjawab:”Siapa lagi jika bukan mereka?!”.

Rasulullah bersabda:
“ Man tasabbaha biqaumin fahua minhum” (Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.”( HR. Ahmad dan Abu Daud dari Ibnu Umar).

Kalau sekiranya kita mau sedikit saja mencari tau, kapan, di mana dan dari mana tradisi ulang tahun ini bermula dengan berselancar dan ber googling di dunia internet yang tak berbatas, maka akan kita temukan sebuah kenyataan yang miris, “ternyata secara tidak sadar kita telah mengikuti dan menyerupai tradisi umat di luar kita. Dan kita terancam akan masuk ke dalam golongan mereka (bagi yang sudah tau n tetap merayakan).

  • Ternyata ULANG TAHUN ada Dalam INJIL MATIUS 14 : 6 dan INJIL MARKUS 6 :21
  • Orang yang pertama kali mengadakan pesta ulang tahun adalah orang Nasrani Romawi. Beberapa batang lilin dinyalakan sesuai dengan usia orang yang berulang tahun. Sebuah kue ulang tahun dibuatnya dan dalam pesta itu, kue besar dipotong dan lilin pun ditiup. (A.D. El. Marzdedeq, Penerbit Syaamil, hal. 298).
    Pada masa Herodeslah acara ulang tahun dimeriahkan sebagaimana tertulis dalam :

    1. Injil Matius 14:6;
    Tetapi pada HARI ULANG TAHUN Herodes, menarilah anak Herodes yang perempuan, Herodiaz, ditengah-tengah mereka akan menyukakan hati Herodes. (Matius14 : 6)
    “But when Herod’s birthday was kept, the daughter of Herodias danced before them, and pleased Herod”.

    2. Injil Markus 6:21
    Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada HARI ULANG TAHUNNYA mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. (Markus 6:21)
    And when a convenient day was come, that Herod on his birthday made a supper to his lords, and the high captains, and the chief men of Galilee.

    Kebiasaan dan tradisi ini juga di “BUMIKAN” oleh para artis, bahkan ustadz dan ustazdah pun ikut merayakannya dengan dipancarkan oleh stasiun TV dan disebarkan oleh majalah – majalah, sehingga terkesan menjadi sebuah perayaan yang wajib.
    Memang, kebiasaan ini sudah jamak dan menjadi hal yang seakan-akan wajib apabila ada anggota keluarga, rekan atau sahabat yang memperingati hari lahirnya. Dan tak kurang kelirunya sejak di Taman Kanak-kanak dan SD sudah diajarkan secara praktek langsung bahkan ada termaktub dalam buku-buku kurikulum mereka .
    Tapi meninggalkan kebiasaan dan tradisi ini ga sulit kok, buktinya anak dan istri saya ga pernah merengek buat ngerayain ulang tahun saban taunnya, dan saya ga pernah pusing mikirin buat jadi event organizer nya.

    Dan bagi rekan – rekan non muslim saya, tulisan ini sama sekali tidak ditujukan untuk merendahkan aqidah anda. Kita semua punya panduan, sesuai dengan kaidah “BAGIKU AGAMAKU DAN BAGIMU AGAMAMU”
    Bagi saudara – saudara Muslim saya yang kemarin ngucapin “Slamat Ulang Tahun”, terimakasih do’anya, dan mari kita rubah pola seperti ini dengan mendoakan kebaikan dan keberkahan setiap saat, setiap waktu, di tempat – tempat dan waktu – waktu di mana sebuah Do’a dikabulkan.
    Wallahu a’lam. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua.

    Baca juga
    Hukum Merayakan Ulang Tahun Anak
    Perayaan Hari Kelahiran (Ulang Tahun)

    Komentar
    1. Baarokallaahu fiikum akhi..
      InsyaAllah sangat berfaedah.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s