cadar/burka = terbelakang ?

Posted: 21/01/2010 in DARI SAYA

Kadang kita menempatkan akal dan pikiran menjadi sesuatu yang SUPERRIOR dalam menilai, menimbang dan memutuskan sesuatu. Dia juga terkadang dijadikan ukuran dan standar dalam menilai sesuatu itu baik atau buruk, sehingga melupakan bahkan melecehkan ukuran dan standar yang benar yang berasal dari SYARIAT ISLAM. Seharusnya akal dan pikiran digunakan untuk mengeksplorasi ukuran – ukuran dan standar yang berasal dari SYARIAT dan bukan menjadikannya sebagai standar dan ukuran.

Contoh kasus yang baru – baru ini terjadi dan beritanya saya COPAS dari situs yahoo indonesia adalah pemakaian CADAR/BURKA yang di gugat di Perancis.

Kaum perempuan muslim di Prancis yang mengenakan burka terancam akan dikenai denda sebesar 750 euro (sekitar Rp 9 juta). Perihal denda tersebut dicantumkan dalam rancangan undang-undang (RUU) yang diperkenalkan pimpinan mayoritas parlemen Prancis.

Jean-Francois Cope yang memimpin partai UMP di Majelis Nasional mengatakan, kaum pria yang memaksa istri-istri mereka mengenakan burka juga akan dikenai denda yang bahkan lebih berat.

“Usulan ini akan melarang menutupi wajah di tempat-tempat publik dan di jalan-jalan, dengan pengecualian event-event budaya khusus atau karnaval,” kata Cope pada media Le Figaro seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (8/1/2010).

Dikatakan Cope, RUU ini akan disampaikan dalam dua pekan mendatang. RUU baru akan masuk untuk diperdebatkan di parlemen setelah pemilihan regional Maret mendatang.

Pimpinan mayoritas parlemen Prancis itu menekankan, burka harus dilarang untuk membela hak-hak kaum perempuan. “Kita bisa mengukur modernitas masyarakat dengan caranya memperlakukan dan menghormati perempuan,” ujar Cope.

Alasan yang menjadikan BURKA dilarang adalah :
1. burka harus dilarang untuk membela hak-hak kaum perempuan
2. mengukur modernitas masyarakat dengan caranya memperlakukan dan menghormati perempuan

begitulah kaum sekuler/kapitalis/liberalis atau apalah namanya menempatkan akal dan pikiran mereka dengan menabrak apa – apa yang menurut akal dan pikiran mereka tidak sesuai.
SYARI’AT ISLAM telah melindungi kaum wanita dengan hukum – hukum yang berasal dari Al- Qur’an dan Hadist guna menghindari mereka dari pelecehan dan menghindari mereka dari menjadi sumber fitnah bagi kaum laki – laki. Namun kaum sekuler/kapitalis/liberalis membela dan menghormati kaum wanita dengan sebuah produk hukum dari akal dan pikiran yang bernama HAK AZAZI MANUSIA dan membiarkan mereka telanjang di jalan – jalan menebarkan aroma syahwat seperti yang sekarang kita lihat, bahkan di negeri kita sendiri yang DULUUUUUUUUUUU SEKALIIIIIIIIII terkenal dengan kesopanan dan kesantunan dalam berpakaian.

akal yang sehat adalah yg menganggap baik hal yang baik menurut Syariat dan menganggap buruk hal yang dianggap buruk oleh Syariat.( Abu Umar Az- Zujaji).
Jadi ukurannya bukan masuk akal atau tidak, tapi sesuaikah dengan syariat atau tidak?

Andaipun kita belum mampu menjalankan hal – hal yang sesuai dengan SYARIAT ISLAM, jangan pula kita menghina SYARIAT dan menghina orang – orang yang melaksanakan SYARIAT ISLAM tersebut. Cukuplah bagi kita untuk ber ISTIGHFAR memohon ampun atas ketidak mampuan kita seraya memohon agar kita diberi kekuatan untuk menjalankannya suatu saat nanti.

Saya jadi ingat sebuah perintah dari ALLAH SWT untuk menjaga diri dan keluarga dari siksa api neraka, mudah – mudahan kita semua diberikan akal dan pikiran yang encer, sehingga kita diberi kemudahan untuk EXPLORING N HUNTING standar dan ukuran yang berasal dari SYARIAT ISLAM, mengetahuinya, mengaplikasikannya dan mengajarkannya kepada keluarga dan orang – orang yang ada di sekeliling kita. AMIIIN.

Komentar
  1. sandhikusuma mengatakan:

    MUKTAMAR VIII NAHDLATUL ULAMA
    Keputusan Masalah Diniyyah Nomor : 135 / 12 Muharram 1352 H / 7 Mei 1933 Tentang
    HUKUM KELUARNYA WANITA DENGAN TERBUKA WAJAH DAN KEDUA TANGANNYA

    Pertanyaan :
    Bagaimana hukumnya keluarnya wanita akan bekerja dengan terbuka muka dan kedua tangannya? Apakah HARAM atau Makruh? Kalau dihukumkan HARAM, apakah ada pendapat yang menghalalkan? Karena demikian itu telah menjadi Dharurat, ataukah tidak? (Surabaya)

    Jawaban :
    Hukumnya wanita keluar yang demikian itu HARAM, menurut pendapat yang Mu’tamad ( yang kuat dan dipegangi – penj ).
    Menurut pendapat yang lain, boleh wanita keluar untuk jual-beli dengan terbuka muka dan kedua tapak tangannya, dan menurut Mazhab Hanafi, demikian itu boleh, bahkan dengan terbuka kakinya, APABILA TIDAK ADA FITNAH.

    SUMBER :
    Ahkamul Fuqaha, Solusi Problematika Hukum Islam, Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama (1926-2004 M), halaman123-124, Pengantar: Rais ‘Am PBNU, DR.KH.MA Sahal Mahfudh; Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU Jatim dan Khalista, cet.III, Pebruari 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s